Selasa, 12 Maret 2013

LOVE 1



Aku terlahir tidaklah sempurna seperti mereka,yang dapat berbicara mengatakan bahwa indahnya dunia,dan tidak dapat berteriak ali ingin bicara dengan mulutku bukan selembar kertas atau pun tanganku.ya,dari lahir aku sudah divonis oleh dokter bahwa aku tak dapat berbicara,aku dinyatakan bisu.kata dokter ada lerusakan dalam pita suaraku.oh,ya perkenalkan namaku cinta,cinta paris anggraini.namaku terdengar sangat cantik,tapi sayang hidupku tak secantik namaku.bunda bilang dia memberi  namaku cinta supaya aku besar nanti aku dapat dikelilingi banyak orang yang mencintaiku.tapi.....entahlah apa impian mamah dapat terwijud?sedangkan keadaanku seperti ini.sudahlah kita mulai saja dengan kisahku.

27 februari 2002
Saat ini aku duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas 2,aku satu-satunya siswa yang tidak mempunyai teman disekolah. 1 siswa pun tak ada yang  mau menemaniku dan bahkan aku hanya menjadi bahan olok-olokan mereka semua.mungkin mereka tak bisa berteman dengan manusia bisu seperti aku ini dan aku pikir mereka tak salah,hanya saja aku bingung dengan cara papah dan bunda menyekolahkanku ditempat yang mayoritasnya anak normal,tidak sepertiku.terkadang aku lelah dengan olok-olokan mereka sehingga sering membuatku menangis.
“cinta kamu kenapa lagi sayang?” tanya bunda setelah melihatku menangis sehabis pulang sekolah. “bunda,papah kenapa sikalian tidak menyekolahkanku ditempat mayoritas anak bisu?”tanyaku dengan bagasa tangan juga genangan air mata. “kenapa kamu berbicara seperti itu?apa yang berbeda dari kamu dengan teman-temanmu?”tanya papah balik. Apa yang berbeda?aku berbicara dengan menulis seperti ini,sungguh sangat berbeda dengan mereka! Entah apa yang papah pikirkan. “cinta kamu memang tak dapat berbicara,tapi slama ini kamu masih mampu menjalankan aktivitas kamu nseperti anak normal lainnya yakan ?” kata bunda dengan meyakinkanku. “iya sayang bahkan kamu dapat menjadi juara,mengalahkan teman-teman kamu yang mampu berbicara!”balas papah. “jangan dengarkan mereka yang merendahkanmu nak,karena bagi kami kamu begitu sempurna” kata bunda dengan memelukku.mendengarkan kata bunda dan papah membuatku menjatuhkan air mata dan berfikir kembali untuk menyia-nyiakan waktuku dan hidupku dengan penuh air mata karena hal yang tak penting.kalo bunda dan papah saja bangga denganku,kenapa aku tidak?apa yang papah dan bunda bilang itu benar.lagian masih banyak hal yang harusnya aku bangga dengan diriku sendiri,prestasiku?ya prestasiku jauh lebih baik dari teman-temanku yang dapat berbicara.tetapi terkadang hal itu juga yang membuat aku dibemci teman-temanku,apalagi teman kelasku Mawar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar