Aku terlahir tidaklah sempurna seperti mereka,yang dapat
berbicara mengatakan bahwa indahnya dunia,dan tidak dapat berteriak ali ingin
bicara dengan mulutku bukan selembar kertas atau pun tanganku.ya,dari lahir aku
sudah divonis oleh dokter bahwa aku tak dapat berbicara,aku dinyatakan
bisu.kata dokter ada lerusakan dalam pita suaraku.oh,ya perkenalkan namaku
cinta,cinta paris anggraini.namaku terdengar sangat cantik,tapi sayang hidupku
tak secantik namaku.bunda bilang dia memberi
namaku cinta supaya aku besar nanti aku dapat dikelilingi banyak orang
yang mencintaiku.tapi.....entahlah apa impian mamah dapat terwijud?sedangkan
keadaanku seperti ini.sudahlah kita mulai saja dengan kisahku.
27 februari 2002
Saat ini aku duduk dibangku sekolah menengah pertama kelas
2,aku satu-satunya siswa yang tidak mempunyai teman disekolah. 1 siswa pun tak
ada yang mau menemaniku dan bahkan aku
hanya menjadi bahan olok-olokan mereka semua.mungkin mereka tak bisa berteman
dengan manusia bisu seperti aku ini dan aku pikir mereka tak salah,hanya saja
aku bingung dengan cara papah dan bunda menyekolahkanku ditempat yang
mayoritasnya anak normal,tidak sepertiku.terkadang aku lelah dengan olok-olokan
mereka sehingga sering membuatku menangis.
“cinta kamu kenapa lagi sayang?” tanya bunda setelah
melihatku menangis sehabis pulang sekolah. “bunda,papah kenapa sikalian tidak
menyekolahkanku ditempat mayoritas anak bisu?”tanyaku dengan bagasa tangan juga
genangan air mata. “kenapa kamu berbicara seperti itu?apa yang berbeda dari
kamu dengan teman-temanmu?”tanya papah balik. Apa yang berbeda?aku berbicara
dengan menulis seperti ini,sungguh sangat berbeda dengan mereka! Entah apa yang
papah pikirkan. “cinta kamu memang tak dapat berbicara,tapi slama ini kamu
masih mampu menjalankan aktivitas kamu nseperti anak normal lainnya yakan ?”
kata bunda dengan meyakinkanku. “iya sayang bahkan kamu dapat menjadi
juara,mengalahkan teman-teman kamu yang mampu berbicara!”balas papah. “jangan
dengarkan mereka yang merendahkanmu nak,karena bagi kami kamu begitu sempurna”
kata bunda dengan memelukku.mendengarkan kata bunda dan papah membuatku
menjatuhkan air mata dan berfikir kembali untuk menyia-nyiakan waktuku dan
hidupku dengan penuh air mata karena hal yang tak penting.kalo bunda dan papah
saja bangga denganku,kenapa aku tidak?apa yang papah dan bunda bilang itu
benar.lagian masih banyak hal yang harusnya aku bangga dengan diriku
sendiri,prestasiku?ya prestasiku jauh lebih baik dari teman-temanku yang dapat
berbicara.tetapi terkadang hal itu juga yang membuat aku dibemci
teman-temanku,apalagi teman kelasku Mawar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar