Selasa, 02 Oktober 2012

Kesuksesanku,kemerdekaanku


cerita ini sudah dijadikan film pendek dan kalian bisa lihat diblog windyaprill.
Ditengah terik matahari yang sangat menyengat tubuh biasanya para pekerja beristirahat sejenak dan meneduh ditempat yang begitu sejuk ditemani kipas maupun ac.tetapi beda halnya dengan para pemulung seperti rara seorang cewek yang berumur 16th yang mempunyai cita-cita sebagai penulis dan ingin merasakan sebuah kemerdekaan,sayangnya rara berhenti sekolah pada saat dia duduk dibangku sekolah kelas 2 smp,jangan tanya “kenapa?” tentu saja ini faktor ekonomi.namun semangat rara tak pernah berhenti ia tetap semangat untuk mencapai cita-citanya,ia tetap belajar sedikit dan menulis cerita meski waktunya banyak dihabiskan untuk memulung.
Saat sedang beristirahat sejenak.
Rara  :”eh,sinta menurut kamu negara kita ini udah merdeka belum?
Sinta :”belum”
Rara  :”kenapa?”
Sinta :”kita aja masih miskin,ra”
Rara  :”emangnya ngaruh ya?”(dengan muka yang bingung)
Sinta :”iyalah,kalo kita udah kaya baru merdeka.udah,ah aku mau ngelanjutin kerjaku.”
Sinta pun pergi melanjutkan pekerjaannya.
Rara  :”kalo kamu niss?”
Nissa :”kalo apa?”
Rara  :”ya,kalo menurut kamu negara kita ini udah merdeka belum?”
Nissa :”aku gak tahu deh,emangnya kenapa si kamu nanya gitu?”
Rara  :”ehhmm,waktu dulu aku masih sekolah guru aku pernah bilang kalo negara kita ini udah merdeka bahkan sudah berpuluh puluh tahun lalu. Tapi .....? aku tanya sama teman-teman,siembok,dan yang lain mereka belum dapat merasakan kemerdekaannya?apa kemerdekaan itu hanya punya orang-orang berdasi dan berjass ya niss?”
Nissa :husss,ngawur kamu ra..ra.. udah dari pada kita ngebuang waktu kita disini Cuma buat ngobrol mening kita lanjutin kerjanya!”
Rara  :”yaudah yuk!”
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya.
Wallaupun rara tidak sekolah dia tetap berhak mempunyai cita-cita,dia selalu mengumpulkan kertas temuannya saat dia memulung dan kertas selembar demi selembar ia jadikan sebuah karya tulisannya.
Rara  :”eh,ada kertas yang masih bagus ni!”(Senyum senyum)
nissa  :”kenapa si kamu ra?”(dengan wajah yang bingung)
Rara  :”ini niss,aku dapat 2lembar kertas yang masih bagus dan kosong.lumayanlah buat nambah tulisan aku yang ada dirumah.
Nissa :”oh,bagus deh jadi kamu bisa lanjutin cerita kamu.”
Rara  :”iya niss”
Nissa :”lanjutin kerja juga yuk ra!”
Rara  :”iya niss.”
Mereka kembali berjalan untuk mencari barang-barang yang dapat mereka jual.tetapi pada saat mereka berjalan tiba-tiba langkah kaki nissa terhenti didepan gerbang sekolah.rara pun menghampiri nissa.
Rara  :”niss,kamu ngapain si?
Nissa :”ra,gimana si rasanya waktu kamu sekolah?”
Rara  :”ya,enak aku punya banyak teman,aku dapat ilmu yang gak aku ketahui,dan masih banyak lagi.emangnya kenapa si kamu nanya gitu?
Nissa :”ra,aku pingin dapet ilmu yang aku gak pernah ketahui! Tapi kira-kira kita bisa gak yah ngerasain sekolah lagi?
Rara  :”bisa ko niss,kalo kita mau usaha suatu saat nanti kita pasti bisa merasakan sekolah.lagian niss kalo kita mau dapet ilmu yang gak pernah kita ketahui atau menjadi pintar kita gak harus belajar disekolah ko niss,kita bisa belajar dimanapun,kapanpun,dan dengan siapapun asal ilmu yang kita pelajari bisa bermanfaat.
Nissa :”gitu ya ra?
Rara  :”iya niss “
Nissa :”kalo gitu aku pingin belajar dirumah koh ahong deh dia kan juga guru disekolah,ayuk ra kita lanjutin pekerjaan kita terus kita belajar deh!”
Rara  :”iya niss yuk!”
Keesekon harinya.
Nissa kerumah rara.
Nissa :”rara...rara...rara”(memanggil rara teriak teriak)
Rara  :”eh,kamu niss!ada apa?”
Nissa :”gak ada apa-apa kok ra!aku Cuma ingin main kerumah kamu aja.ehmmm,sambil numpang dengerin radio kamu!”(tertawa malu)
Rara  :”yah,niss radio aku lagi rusak.gara-gara kena kebocoran air hujan kemarin.”
Nissa :”yah,yaudah deh aku boleh main kan dirumah kamu?pingin liat cerita kamu juga!”
Rara  :”oh,tentu saja boleh.yaudah masuk yuk!
Didalam rumah rara.
Nissa :”ra,siembok kemana?”
Rara  :”siembok lagi jualin hasil memulungku kemarin”(sambil mengelap meja dekat tempat nissa duduk)
Nissa :”oh,ini ceritamu ra?gimana udah selesai?”
Rara  :”oh,sudah selesai ko niss.oh ya niss kira kira ceritaku ini bisa jadi uang gak ya niss?”(sambil ikut duduk bersama nissa)
Nissa :”mungkin bisa ra, oh ya aku pernah nonton tv dirumah koh ahong dan disitu dibilang kalo cerita yang kita buat bisa dibaca banyak orang kita kirim ke mana tuh?ehmmm..??  pengintip apa ya ra?”(dengan muka yang bingung)
Rara  :”yeh,ngawur kamu mah niss(sambil mendorong pelan nissa) penerbit bukan pengintip”
Nissa :”nah itu maksudnya”(tertawa)
Rara  :”kalo itu aku juga tau,tapi apa mungkin orang seperti kita ini dapat diterima ceritanya?apa aku bisa ngerasain kemerdekaan niss?”
Nissa :”pastilah ra,dinegara kita ini setiap manusia mempunya hak yang sama buat ngerasain kemerdekaannya,jadi kenapa kamu tidak?raih ra mimpi kamu jadi penulis besar!(sambil mengenggam tangan setinggi mungkin)
Rara  :”baiklah niss aku jadi semangat buat raih kemerdekaanku dengan cita citaku niss,makasih ya niss!”
Nissa :”oh,no problem ra!”
Rara  :”so inggris kamu niss”(Sambil tertawa)
Nissa :”yeh jangan salah wallau aku gak pernah sekolah tapi aku kan selalu belajar sama koh ahong”
          (tertawa semua)
Rara  :”iya deh iya”
Siembok     :”ra ... rara!!
Terdengar suara embok dari luar sangat lemas.rara dan nissa langsung keluar.
Malamnya(sambil memijat memijat kaki siembok)
Rara            :”mbok,besok rara boleh tidak pergi kekota?
Siembok     :”untuk apa?bukannya besok kamu libur memulung ya ra?”
Rara            :”rara kesana bukannya untuk memulung mbok,tapi rara kesana    mau menerbitkan buku rara mbok supaya buku rara bisa dibaca   banyak orang dan jadi uang mbok!”
Siembok     :”tapi ra dari sini kekota kan cukup jauh,embok  gak punya uang banyak buat ongkos kamu.”
Rara            :”tenang aja mbok rarakan bisa jalan kaki lagian juga rara punya sedikit uang simpanan.gimana bolehkan mbok?”
Siembok     :”yasudah mbok gak bisa larang kamu untuk menggapai cita-cita kamu!”
Rara            :”makasih ya mbok!”(sambil senyum)
Keesokan harinya rara menemui nissa.
Rara            :”eh,niss ikut aku kekota yuk!”
Nissa          :”loh,kamu nekat kekota sekarang ra?”
Rara            :”iyalah niss,ikut yuk!”
Nissa          :”ya,maaf ya ra hari ini aku harus memulung karena adik aku si rafi lagi sakit jadi aku yang harus gantiin.”
Rara            :”oh,yaudah deh gak papa aku pergi ya niss.doain aku supaya berhasil!”
Nissa          :”iya amin,jangan lupa sholat ya ra!”
Rara            :”iya niss,aku pergi ya!dadadadadahhh .”
Nissa          :”dadadadahhh!”
3 jam kemdian rara telah sampai dikota.
Rara            :”akhirnya sampai juga dikota,semoga ceritaku ini dapat diterima dikantor penerbit.”
Rarapun mendatangi satu persatu kantor penerbit,tetapi apa yang dia dapat?rara selalu ditolak.bukan karena tulisan atau ceritanya yang jelek melainkan pakaian rara yang ia kenakan.
Rara            :”permisi pak!”
Satpam       :”nagapain kamu kemari?disini tidak ada kardus bekas untuk kamu!pergi sana!”(sambil mendorong rara)
Rara            :”tapi pak?”
Satpam       :”sudah sana pergi!tidak pantas kamu ada disini!
Rarapun pergi dengan perasaan yang sangat kecewa.
Saat duduk istirahat dipinggir jalan dan tiba2 sebuah motor dengan kencang membasahi baju rara dengan genangan air hujan.
Rara            :”lelah banget rasanya ,gak ada 1kantor pun yang nerima tulisanku.jangankan untuk membaca tulisanku melihat pakaianku saja mungkin mereka segan.(menarik nafas),
Tetapi saat rara patah semangat,tiba tiba saja semangatnya bertambah lagi.
Rara            :”gak,aku gak boleh menyerah gitu aja.aku punya hak yang sama seperti mereka,yang bisa ngerasain kemerdekaannya dengan kesuksesannya,aku gak boleh mengecewakan simbok dan nissa.allah pasti kasih jalan kepada hambanya yang mau berusaha.semangat!
Terdengar suara adzan.
Rara            :”sudah adzan ini waktunya aku sholat.”
Rarapun langsung pergi untuk beribadah.
Beberapa jam kemudian setelah rara sholat dan berdoa,rara melihat sebuah amplop yang tertinggal oleh bapak bapak yang juga habis menunaikan sholat.menurut rara amplopnya sangat penting rarapun mengejar ngejar bapak bapak tersebut untuk mengembalikan amplopnya.

Rara            :”permisi pak!bapak tadi menjatuhkan amplop ini!”
Bapak         :”oh,ya tuhan ini amplop yang sgt penting,terima kasih kamu memulangkannya! Ini ada sedikit untuk kamu”
Rara            :”tidak usah pak!saya ikhlas ko memulangkannya pada bapak,lagian saya bukan peminta minta”
Bapak         :”klo gitu apa yang dapat saya bantu untuk membalas jasa kamu?”
Rara            :”tidak ada pak”
 Bapak        :”apa yang kamu pegang itu?”
Rara            :”ini karya tulis saya pak,yang ingin saya terbitkan tetapi tak ada satu pun yang mau menerima karya tulis saya mungkin karena pakaian saya!”
Bapak                  :”coba sini saya baca! Kebutulan saya bekerja di penerbit!”
Rara            :”benarkah itu pak?oh baiklah ini ceritanya pak!” bapak itu pun membacanya.
Beberapa jam kemudian.
Bapak                  :”ceritanya sangat bagus,sayang sekali klo disia siakan!ok cerita kamu akan saya terbitkan.ikutlah dengan saya untuk kekantor!”
Rara            :”baiklah pak!”
Saat sampai dikantor rara terkejut ternyata kantor yang ia datangi sekarang sempat ia datangi waktu pertama sayangnya ia diusir oleh satpam.
Didalam kantor.
Rara  :”gimana pak?”
Bapak         :”cerita kamu sangat bagus,atasan saya suka dengan ceritamu.”
Rara  :”yang benar pak?bapak gak bohongkan?”
Bapak:”tentu saja saya tidak bohong”
Rara  :”allahamdullilah ya allah,makasih pak!”(sambil berjabat tangan)
Bapak:”iya sama-sama,2 hari lagi kamu tolong balik kekantor lagi!”
Rara  :”baik pak,sekali lagi terima kasih!”
Bapak:”iya sama-sama”

2hari kemudian rara dan ditemani nissa kembali kekantor.tetapi saat dia mau masuk kedalam kantor mereka berdua dihalangi oleh satpam yang sama waktu pertama rara kekantor tersebut.
Satpam       :”hey kalian berdua mau apa?loh,kamu lagi bawa teman segala!saya sudah bilang disina tidak ada kardus bekas jadi pergi sana!”
Rara            :”tapi pak?”
Satpam       :sudah sudah pergi sana!”
Nissa          :”tapi pak dia ini kan salah satu penulis dikantor ini pak,ya kan ra?”
Rara            :”iya niss”
Satpam       :”iya,iya kamu boleh bermimpi tapi gak disini”
Bapak bapak yang bantu rara pun datang.
Bapak                  :”ada apa ini?apa yang terjadi?”
Satpam       :”ini pak,mereka berdua mencoba untuk masuk kedalam.”
Nissa          :”yeh,emangnya kenapa kalo kita mau masuk?
Bapak                  :”sudah sudah pak dia tamu saya biarkan mereka masuk,dia ini salah satu penulis dikantor kita.”
Satpam       :”apak pak?”
Nissa          :”kenapa?kaget ya?orang kaya kita bisa berharga juga?baru jadi satpam aja udah sombong”(dengan nada marah)       
Rara            :”sudah niss!”
Satpam       :”ma...ma...maafkan saya atas perlakuan saya dengan kalian”(menunduk penuh sesal)
Rara            :”iya pak gak papa,lain kali hargai orang lain ya pak meski dia gembel sekali pun!!”
Bapak                  :”rara yaudah kita masuk yuk!”
Rara            :”iya pak!”
Rara dan nissa pun masuk kedalam kantor.
Bapak:”rara,selamat bukumu akan segera kita terbitkan!”
Rara  :”yang benar pak?ya allah terima kasih ya allah,iya pak sama-sama!nis cerita aku niss.”
Nissa :”iya ra,selamat ya ra!”
Rara  :”iya niss sama-sama”
Bapak:”yasudah,kamu tanda tangani surat ini dulu!terus sebulan lagi kita adain launching buku kamu disitu pembeli buku kamu akan minta tanda tangan kamu”
Rara  “iya pak baik pak!”
   
waktu proses shooting
Beberapa bulan kemudian buku rara telah diterbitkan dan dilaunchingkan betapa terkejutnya rara bukunya sangat laris ditoko toko buku,kini rara sudah mendapatkan apa yang menjadi cita citanya tetapi meski dia telah menjadi orang sukses dia tetap menjadi rara yang sederhana,periang,berteman dengan siapapun dan menjadi rara apa adanya.sampai sampai orang orang yang menunggu rara untuk ditanda tangani bukunya kaget melihat pakaian yang rara pakai,bukan pakaian bagus dan mewah yang rara pakai melainkan pakaian memulungnya.
Rara  :”Dan kini aku sudah mengerti bahwa kemerdekaan akan kita rasakan apabila kita mau berusaha,niat,dan yakin.kesuksesan dapat dirasakan pada orang orang yang mau berusaha.kini aku sudah merasakan kemerdekaan tetapi aku juga tak lupa pada masa perjuanganku dulu.”(dalam hati).



the next part 2