cerita ini sudah dijadikan film pendek dan kalian bisa lihat diblog windyaprill.
Ditengah terik
matahari yang sangat menyengat tubuh biasanya para pekerja beristirahat sejenak
dan meneduh ditempat yang begitu sejuk ditemani kipas maupun ac.tetapi beda
halnya dengan para pemulung seperti rara seorang cewek yang berumur 16th yang
mempunyai cita-cita sebagai penulis dan ingin merasakan sebuah
kemerdekaan,sayangnya rara berhenti sekolah pada saat dia duduk dibangku sekolah
kelas 2 smp,jangan tanya “kenapa?” tentu saja ini faktor ekonomi.namun semangat
rara tak pernah berhenti ia tetap semangat untuk mencapai cita-citanya,ia tetap
belajar sedikit dan menulis cerita meski waktunya banyak dihabiskan untuk
memulung.
Saat sedang
beristirahat sejenak.
Rara :”eh,sinta menurut kamu negara kita ini udah
merdeka belum?
Sinta :”belum”
Rara :”kenapa?”
Sinta :”kita aja masih miskin,ra”
Rara :”emangnya ngaruh ya?”(dengan muka yang
bingung)
Sinta :”iyalah,kalo
kita udah kaya baru merdeka.udah,ah aku mau ngelanjutin kerjaku.”
Sinta pun pergi melanjutkan pekerjaannya.
Nissa :”kalo
apa?”
Rara :”ya,kalo
menurut kamu negara kita ini udah merdeka belum?”
Nissa :”aku
gak tahu deh,emangnya kenapa si kamu nanya gitu?”
Rara :”ehhmm,waktu
dulu aku masih sekolah guru aku pernah bilang kalo negara kita ini udah merdeka
bahkan sudah berpuluh puluh tahun lalu. Tapi .....? aku tanya sama
teman-teman,siembok,dan yang lain mereka belum dapat merasakan kemerdekaannya?apa
kemerdekaan itu hanya punya orang-orang berdasi dan berjass ya niss?”
Nissa :husss,ngawur
kamu ra..ra.. udah dari pada kita ngebuang waktu kita disini Cuma buat ngobrol
mening kita lanjutin kerjanya!”
Rara :”yaudah
yuk!”
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya.
Wallaupun rara
tidak sekolah dia tetap berhak mempunyai cita-cita,dia selalu mengumpulkan
kertas temuannya saat dia memulung dan kertas selembar demi selembar ia jadikan
sebuah karya tulisannya.
Rara :”eh,ada kertas yang masih bagus ni!”(Senyum
senyum)
nissa :”kenapa si kamu ra?”(dengan wajah yang bingung)
nissa :”kenapa si kamu ra?”(dengan wajah yang bingung)
Rara :”ini
niss,aku dapat 2lembar kertas yang masih bagus dan kosong.lumayanlah buat
nambah tulisan aku yang ada dirumah.
Nissa :”oh,bagus
deh jadi kamu bisa lanjutin cerita kamu.”
Rara :”iya
niss”
Nissa :”lanjutin
kerja juga yuk ra!”
Rara :”iya
niss.”
Mereka kembali berjalan untuk mencari
barang-barang yang dapat mereka jual.tetapi pada saat mereka berjalan tiba-tiba
langkah kaki nissa terhenti didepan gerbang sekolah.rara pun menghampiri nissa.
Rara :”niss,kamu
ngapain si?
Nissa :”ra,gimana
si rasanya waktu kamu sekolah?”
Rara :”ya,enak
aku punya banyak teman,aku dapat ilmu yang gak aku ketahui,dan masih banyak
lagi.emangnya kenapa si kamu nanya gitu?
Nissa :”ra,aku
pingin dapet ilmu yang aku gak pernah ketahui! Tapi kira-kira kita bisa gak yah
ngerasain sekolah lagi?
Rara :”bisa
ko niss,kalo kita mau usaha suatu saat nanti kita pasti bisa merasakan
sekolah.lagian niss kalo kita mau dapet ilmu yang gak pernah kita ketahui atau
menjadi pintar kita gak harus belajar disekolah ko niss,kita bisa belajar
dimanapun,kapanpun,dan dengan siapapun asal ilmu yang kita pelajari bisa
bermanfaat.
Nissa :”gitu
ya ra?
Rara :”iya
niss “
Nissa :”kalo
gitu aku pingin belajar dirumah koh ahong deh dia kan juga guru disekolah,ayuk
ra kita lanjutin pekerjaan kita terus kita belajar deh!”
Rara :”iya
niss yuk!”
Keesekon harinya.
Nissa kerumah rara.
Nissa :”rara...rara...rara”(memanggil
rara teriak teriak)
Rara :”eh,kamu
niss!ada apa?”
Nissa :”gak
ada apa-apa kok ra!aku Cuma ingin main kerumah kamu aja.ehmmm,sambil numpang
dengerin radio kamu!”(tertawa malu)
Rara :”yah,niss
radio aku lagi rusak.gara-gara kena kebocoran air hujan kemarin.”
Nissa :”yah,yaudah
deh aku boleh main kan dirumah kamu?pingin liat cerita kamu juga!”
Rara :”oh,tentu
saja boleh.yaudah masuk yuk!
Didalam rumah rara.
Nissa :”ra,siembok
kemana?”
Rara :”siembok
lagi jualin hasil memulungku kemarin”(sambil mengelap meja dekat tempat nissa
duduk)
Nissa :”oh,ini
ceritamu ra?gimana udah selesai?”
Rara :”oh,sudah
selesai ko niss.oh ya niss kira kira ceritaku ini bisa jadi uang gak ya
niss?”(sambil ikut duduk bersama nissa)
Nissa :”mungkin
bisa ra, oh ya aku pernah nonton tv dirumah koh ahong dan disitu dibilang kalo
cerita yang kita buat bisa dibaca banyak orang kita kirim ke mana
tuh?ehmmm..?? pengintip apa ya
ra?”(dengan muka yang bingung)
Rara :”yeh,ngawur
kamu mah niss(sambil mendorong pelan nissa) penerbit bukan pengintip”
Nissa :”nah
itu maksudnya”(tertawa)
Rara :”kalo
itu aku juga tau,tapi apa mungkin orang seperti kita ini dapat diterima
ceritanya?apa aku bisa ngerasain kemerdekaan niss?”
Nissa :”pastilah
ra,dinegara kita ini setiap manusia mempunya hak yang sama buat ngerasain
kemerdekaannya,jadi kenapa kamu tidak?raih ra mimpi kamu jadi penulis
besar!(sambil mengenggam tangan setinggi mungkin)
Rara :”baiklah
niss aku jadi semangat buat raih kemerdekaanku dengan cita citaku niss,makasih
ya niss!”
Nissa :”oh,no
problem ra!”
Rara :”so
inggris kamu niss”(Sambil tertawa)
Nissa :”yeh
jangan salah wallau aku gak pernah sekolah tapi aku kan selalu belajar sama koh
ahong”
(tertawa
semua)
Rara :”iya
deh iya”
Siembok :”ra
... rara!!
Terdengar suara embok dari luar sangat
lemas.rara dan nissa langsung keluar.
Malamnya(sambil memijat memijat kaki siembok)
Rara :”mbok,besok
rara boleh tidak pergi kekota?
Siembok :”untuk
apa?bukannya besok kamu libur memulung ya ra?”
Rara :”rara
kesana bukannya untuk memulung mbok,tapi rara kesana mau menerbitkan buku rara mbok supaya buku rara bisa dibaca banyak orang dan jadi uang mbok!”
Siembok :”tapi
ra dari sini kekota kan cukup jauh,embok
gak punya uang banyak buat ongkos kamu.”
Rara :”tenang
aja mbok rarakan bisa jalan kaki lagian juga rara punya sedikit uang
simpanan.gimana bolehkan mbok?”
Siembok :”yasudah
mbok gak bisa larang kamu untuk menggapai cita-cita kamu!”
Rara :”makasih
ya mbok!”(sambil senyum)
Keesokan harinya rara menemui nissa.
Rara :”eh,niss
ikut aku kekota yuk!”
Nissa :”loh,kamu
nekat kekota sekarang ra?”
Rara :”iyalah
niss,ikut yuk!”
Nissa :”ya,maaf
ya ra hari ini aku harus memulung karena adik aku si rafi lagi sakit jadi aku
yang harus gantiin.”
Rara :”oh,yaudah
deh gak papa aku pergi ya niss.doain aku supaya berhasil!”
Nissa :”iya
amin,jangan lupa sholat ya ra!”
Rara :”iya
niss,aku pergi ya!dadadadadahhh .”
Nissa :”dadadadahhh!”
3 jam kemdian rara telah sampai dikota.
Rara :”akhirnya
sampai juga dikota,semoga ceritaku ini dapat diterima dikantor penerbit.”
Rarapun mendatangi
satu persatu kantor penerbit,tetapi apa yang dia dapat?rara selalu
ditolak.bukan karena tulisan atau ceritanya yang jelek melainkan pakaian rara
yang ia kenakan.
Rara :”permisi pak!”
Satpam :”nagapain
kamu kemari?disini tidak ada kardus bekas untuk kamu!pergi sana!”(sambil
mendorong rara)
Rara :”tapi
pak?”
Satpam :”sudah
sana pergi!tidak pantas kamu ada disini!
Rarapun pergi dengan perasaan yang sangat
kecewa.
Saat duduk istirahat dipinggir jalan dan
tiba2 sebuah motor dengan kencang membasahi baju rara dengan genangan air hujan.
Rara :”lelah
banget rasanya ,gak ada 1kantor pun yang nerima tulisanku.jangankan untuk
membaca tulisanku melihat pakaianku saja mungkin mereka segan.(menarik nafas),
Tetapi saat rara
patah semangat,tiba tiba saja semangatnya bertambah lagi.
Rara :”gak,aku gak boleh menyerah gitu
aja.aku punya hak yang sama seperti mereka,yang bisa ngerasain kemerdekaannya
dengan kesuksesannya,aku gak boleh mengecewakan simbok dan nissa.allah pasti
kasih jalan kepada hambanya yang mau berusaha.semangat!
Terdengar suara adzan.
Rara :”sudah
adzan ini waktunya aku sholat.”
Rarapun langsung pergi untuk beribadah.
Beberapa jam
kemudian setelah rara sholat dan berdoa,rara melihat sebuah amplop yang
tertinggal oleh bapak bapak yang juga habis menunaikan sholat.menurut rara
amplopnya sangat penting rarapun mengejar ngejar bapak bapak tersebut untuk
mengembalikan amplopnya.
Rara :”permisi
pak!bapak tadi menjatuhkan amplop ini!”
Bapak :”oh,ya
tuhan ini amplop yang sgt penting,terima kasih kamu memulangkannya! Ini ada
sedikit untuk kamu”
Rara :”tidak
usah pak!saya ikhlas ko memulangkannya pada bapak,lagian saya bukan peminta
minta”
Bapak :”klo
gitu apa yang dapat saya bantu untuk membalas jasa kamu?”
Rara :”tidak ada pak”
Bapak :”apa
yang kamu pegang itu?”
Rara :”ini
karya tulis saya pak,yang ingin saya terbitkan tetapi tak ada satu pun yang mau
menerima karya tulis saya mungkin karena pakaian saya!”
Bapak :”coba
sini saya baca! Kebutulan saya bekerja di penerbit!”
Rara :”benarkah
itu pak?oh baiklah ini ceritanya pak!” bapak itu pun membacanya.
Beberapa jam
kemudian.
Bapak :”ceritanya sangat
bagus,sayang sekali klo disia siakan!ok cerita kamu akan saya terbitkan.ikutlah
dengan saya untuk kekantor!”
Rara :”baiklah pak!”
Saat sampai
dikantor rara terkejut ternyata kantor yang ia datangi sekarang sempat ia
datangi waktu pertama sayangnya ia diusir oleh satpam.
Didalam kantor.
Rara :”gimana pak?”
Bapak :”cerita kamu sangat bagus,atasan saya
suka dengan ceritamu.”
Rara :”yang benar pak?bapak gak bohongkan?”
Bapak:”tentu saja
saya tidak bohong”
Rara :”allahamdullilah ya allah,makasih
pak!”(sambil berjabat tangan)
Bapak:”iya
sama-sama,2 hari lagi kamu tolong balik kekantor lagi!”
Rara :”baik pak,sekali lagi terima kasih!”
Bapak:”iya
sama-sama”
2hari kemudian rara
dan ditemani nissa kembali kekantor.tetapi saat dia mau masuk kedalam kantor
mereka berdua dihalangi oleh satpam yang sama waktu pertama rara kekantor
tersebut.
Satpam :”hey
kalian berdua mau apa?loh,kamu lagi bawa teman segala!saya sudah bilang disina
tidak ada kardus bekas jadi pergi sana!”
Rara :”tapi
pak?”
Satpam :sudah
sudah pergi sana!”
Nissa :”tapi
pak dia ini kan salah satu penulis dikantor ini pak,ya kan ra?”
Rara :”iya
niss”
Satpam :”iya,iya
kamu boleh bermimpi tapi gak disini”
Bapak bapak yang bantu rara pun datang.
Bapak :”ada
apa ini?apa yang terjadi?”
Satpam :”ini
pak,mereka berdua mencoba untuk masuk kedalam.”
Nissa :”yeh,emangnya
kenapa kalo kita mau masuk?
Bapak :”sudah
sudah pak dia tamu saya biarkan mereka masuk,dia ini salah satu penulis
dikantor kita.”
Satpam :”apak
pak?”
Nissa :”kenapa?kaget
ya?orang kaya kita bisa berharga juga?baru jadi satpam aja udah sombong”(dengan
nada marah)
Rara :”sudah
niss!”
Satpam :”ma...ma...maafkan
saya atas perlakuan saya dengan kalian”(menunduk penuh sesal)
Rara :”iya
pak gak papa,lain kali hargai orang lain ya pak meski dia gembel sekali pun!!”
Bapak :”rara
yaudah kita masuk yuk!”
Rara :”iya
pak!”
Rara dan nissa pun masuk kedalam kantor.
Bapak:”rara,selamat bukumu akan segera kita
terbitkan!”
Rara :”yang
benar pak?ya allah terima kasih ya allah,iya pak sama-sama!nis cerita aku
niss.”
Nissa :”iya
ra,selamat ya ra!”
Rara :”iya
niss sama-sama”
Bapak:”yasudah,kamu tanda tangani surat ini
dulu!terus sebulan lagi kita adain launching buku kamu disitu pembeli buku kamu
akan minta tanda tangan kamu”
Rara “iya
pak baik pak!”
| ||
| waktu proses shooting |
Rara :”Dan kini aku sudah mengerti bahwa
kemerdekaan akan kita rasakan apabila kita mau berusaha,niat,dan
yakin.kesuksesan dapat dirasakan pada orang orang yang mau berusaha.kini aku
sudah merasakan kemerdekaan tetapi aku juga tak lupa pada masa perjuanganku
dulu.”(dalam hati).
the next part 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar